WPD 2019 - Panggung Siapa ? -
Home / Kolom Opini / WPD 2019 – Panggung Siapa ?

WPD 2019 – Panggung Siapa ?

World Pharmacist Day 2019 (WPD 2019), diperingati setiap tahun tanggal 25 September. Saat itu saya sedang ada kegiatan di Jakarta dengan Mbak Desy dan Mas Danang tenggelam dalam acara perfilman yang digagas oleh Bekraf-Akatara 2019. Praktis saya tidak ikut rapat dan hanya bisa menduga-duga rekan-rekan mengaplikasikan kegiatan World Pharmacist Day 2019 (WPD 2019), jadi ketika saya dikirimi pesan oleh Apoteker Aswinar, di grup whatsapp PC IAI Palopo, dia bilang saya harus jadi panitia. Saya hanya bilang saya siap bantu, tidak punya ambisi jadi ketua dan yang paling mungkin saya jadi seksi dokumentasi.

Ketua panitianya dipillih Widyasari Djafar, dia apoteker di Apotek DJ Medisina. Saya sempat memberi saran kegiatan kali ini agar dilakukan di outdoor jangan di lapangan Pancasila.Saya heran  ketika dipilih sebuah lokasi di Latuppa, di pinggir sungai tempat beberapa Gazebo dibangun. Lokasinya di pinggir kota Palopo ke arah utara, tempat aliran sungai yang jernih. Waktu Sary si ketua panitia ditanya, dia komentar  “ini adalah saran dari Kak Bernadi yang minta lokasi yang unik.” Oh baguslah, dan saya suka, kenapa ? ya dari segi dokumentasi dan promosi lokasi itu penting, dan mindset kita untuk keluar dari kotak biasanya akan terbawa dalam kerja tim. Cek dan ricek ternyata Apoteker Subaedah tinggal disana dan rekan sejawat ini  yang memiliki separuh Latuppa. Bukan Ibu Lurah ya, tapi itu sarkasme karena konon rumah tingga dan keluarganya banyak di daerah sana.

Akhirnya 28  Oktober 2019, besok acara dilaksanakan. Saya masih di Surabaya,  pukul 4 pagi saya ke Bandara Juanda naik taksi, lalu pukul 630 saya naik  pesawat Citilink yang tiba pukul sembilan pagi wita  di Bandara Sultan Hasanuddin. Sempat mampir di rumah rekan saya lalu malamnya naik bus bintang Prima menuju ke Palopo. Saya mendarat di Palopo Tanggal 29 Oktober 2019, pukul 5 subuh, Aswinar sudah mengirim pesan “Pak Ber, cepat datang. ” Ya saya sudah otw, saya di bus dan rekan saya satu ini mungkin merasakan beban cukup besar dan dia punya cara untuk membuat saya sedikit bersemangat.

Setelah mandi dan siap-siap akhirnya saya naik motor butut milik saya itu ke Latuppa, tempatnya cukup jauh, masih terjangkau dan ada sebuah tenda BNPB di pasang. Apoteker Eda yang menyiapkan segalanya, kursi , meja, sound sistem. Saya suka tempatnya, udaranya sejuk, pemandangannya unik, suasananya ramah, dan saya masih terasa terayun-ayun ketika duduk di kursi, maklum semalaman saya naik bus yang bergoyang-goyang.

Saya mengambil video di sungai, membuat yel-yel dan mendokumentasikan kegiatan, menyaksikan transformasi rekan-rekan IAI di Kota Palopo beberapa tahun lalu ketika saya tinggalkan. Waktu itu anggota IAI hanya 40 orang, sekarang sudah 100 orang. Banyak apoteker muda yang saya tidak kenal. Bahkan Widyasari si ketua panitia saya tidak tahu, Dewi Lestari yang mendaftar jadi MC yang saya panggil Mbak Dee Lestari juga saya tidak tahu. Syukurlah kegiatan berjalan lancar dan siang hari kami pulang dengan rasa puas, setelah makan sampe kenyang dan berfoto bersama.

Widyasari Ketua Panitia (kanan) dan Dewi Lestari, MC (kiri)

Kalau  mau refleksi, ya saya bertanya pada diri saya sendiri, sebenarnya Panggung WPD 2019 ini milik siapa sih ? Kalau dijawab milik saya, ah anda boleh cek saya tidak suka difoto, dipublikasikan nama saya juga tidak.  Apakah milik Aswinar ? Ibu ketua IAI, saya lebih dekat dengan Aswinar dan saya tahu dia tidak suka cari panggung kok. Hmm, tunggu apakah kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo ? sepertinya wajar dia dapat panggung. Tetap belum terjawab  sebenarnya panggung ini milik siapa ?

Butuh waktu agak lama, sebelum saya merasa bodoh, ya…bego aja sih. Sebenarnya WPD 2019 itu adalah panggungnya Apoteker Indonesia kan, jadi  ini saatnya apoteker pesta. Mengagungkan dan menggaungkan profesi apoteker yang mulia itu. Kapan kita bisa dikenal oleh masyarakat dan  lingkungan kalau tidak ada acara seperti ini.  Kegiatan ini mendapat sponsor dan juga ada dukungan penduduk di Latuppa, ada juga rekan sejawat Apoteker yang hadir, lalu para pegawai Dinas Kesehatan yang datang dengan membawa alat periksa kesehatan. Semuanya mendukung kegiatan ini, mereka bisa sibuk dengan pilihan kerjanya dan tak tahu tema WPD 2019,  sejawat Apoteker bisa foto-foto, membuat video, membuat yel baru yang ceria seperti “Apoteker Mapappe, Apoteker Andalancu atau  Apoteker Mapakkoe” yang artinya saya tidak paham.

Memang saya lebih suka melihat, berpikir, mengkhayal, menyimak dan menyimpulkan jika kegiatan di Latuppa adalah sebuah awal yang baik untuk rekan-rekan di Palopo.  Yuk kita tutup dengan mengucapkan Selamat Hari Apoter se-Dunia, lalu berteriak :  Apoteker Palopo ? …..okeee silahkan pilih sendiri yelnya ya.

18 total views, 1 views today

About Bernadi SSi.Apt

Penulis,blogger-novelis, pengedar obat bergelar apoteker, pekerja sosial yang humanis, penikmat sastra dan fotografi.

2 comments

  1. Mantullllll

  2. Apoteker palopo mapappe…hahhaha. lanjutkan om

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link