Tips Minum Obat Antibiotika -
Home / TIPS / Tips Minum Obat Antibiotika
Tips minum antibiotika

Tips Minum Obat Antibiotika

Pengobatan dengan antibiotika memerlukan waktu, dosis tertentu untuk dikonsumsi. hal ini dimaksudkan agar bakteri patogen dan efek fisiologis yang mengganggu hilang. Pengobatan menggunakan antibiotika digunakan selama paling sedikit selama 5 hari hingga 6 bulan tergantung dari beratnya infeksi, jenis penyakit, dan jenis bakteri. Beberapa antibiotika yang populer digunakan di Indonesia antara lain adalah : Amoksisilin, Eritromisin, Tetrasiklin, Ciprofloksasin dan Kotrimoksazole. Berbagai jenis antibiotik ini akan dipilih oleh dokter berdasarkan data ilmiah untuk mengobati infeksi sehingga tidak menutup kemungkinan digunakan beberapa kombinasi antibiotika dalam satu pengobatan penyakit.

Istilah antibiotika sebenarnya lebih tepat disebut antimikroba adalah obat yang berfungsi untuk membunuh, menghambat mikroorganisme patogen yang menyebabkan gangguan fisiologis pada tubuh manusia. Contoh serangan bakteri pada tubuh antara lain demam, mual, muntah dll. Ketika gejala tersebut muncul maka dokter akan memberikan pada anda pengobatan antibiotika.Sebenarnya apa saja yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi antibiotika ? anda sebaiknya memperhatikan dosis,waktu minum, cara penyimpanan, cara persiapan dan lama penggunaan antibiotika tersebut.

  1. Dosis  antibiotika sangat bervariasi tergantung dari jenis antibiotika tersebut. Sebagai contoh Amoksisilina 500 mg 3 kali sehari 1 tablet sementara Ciprofloksasin 500 mg 2 kali sehari 1 tablet. Pengaturan dosis tersebut dibuat berdasarkan dari hasil penelitian dosis dan efektivitas penggunaan  antibiotika pada jenis penyakit, kondisi fisiologis, interaksi obat dll. Anda tidak perlu kuatir karena dokter dan apoteker memiliki panduan untuk pengaturan dosis ini.
  2. Beberapa antibiotika diminum sesudah makan namun jenis antibiotika Rifampisin dan Ampisilin harus dikonsumsi sebelum makan/dalam keadaan perut kosong. Hal ini dilakukan karena  penyerapan obat tersebut lebih optimal pada kondisi perut kosong. Maksudnya adalah Apabila terjadi salah makan  maka waktu yang dibutuhkan untuk minum obat akan semakin panjang dan anda diharuskan membeli obat lagi  sehingga menyebabkan meningkatnya biaya berobat.
  3. Cara penyimpanan antibiotika sebaiknya disimpan dilemari yang tidak terjangkau dari anak dan tidak terkena sinar matahari langsung. Anak-anak bisa menganggap botol/tablet antibiotika sebagai mainan / snack yang dapat berbahaya jika mereka meminumnya. Disamping itu sinar matahari yang memancarkan gelombang ultraviolet dapat menyebabkan terurainya obat sehingga kadar obat menjadi berkurang selain panas matahari juga  dapat merusak formulasi dan kemasan obat tersebut.
  4. Antibiotika untuk anak dibuat dalam bentuk sirop kering, adalah salah satu contoh sediaan yang memerlukan persiapan khusus. Apoteker di apotek akan mencampur serbuk  dan air kedalam botol obat kemudian mengocoknya hingga tercampur merata. Hal penting yang harus anda perhatikan bahwa sirup kering hanya mampu bertahan 2 minggu saja setelah dibuka, pastikan untuk membuang sirop antibiotik ini.
  5.  Lama penggunaan antibiotika sangat tergantung dari jenis bakteri yang menginfeksi tubuh. Sebagai contoh Mycobacterium memerlukan 6 bulan, Escherescia Coli memerlukan 2 minggu (tergantung dari beratnya infeksi). Karena faktor pengobatan tepat waktu dan dosis akan menghasilkan efek optimal maka sebaiknya anda patuh dalam mengkonsumsi obat sehingga biaya pengobatan dapat ditekan.

SIlahkan konsultasi lebih lanjut ke dokter  atau apoteker di apotek bagaimana dosis, cara penyimpanan, penyiapan dan lama penggunaan antibiotika.

132 total views, 3 views today

About Bernadi Malik

Apoteker,social worker, penulis, novelis penikmat fotografi dan sastra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link