Tips membeli Obat Penghilang Nyeri -
Home / TIPS / Tips membeli Obat Penghilang Nyeri
Tips Penghilang Nyeri - Bernadimalik.com

Tips membeli Obat Penghilang Nyeri

Analgesik adalah obat untuk meredakan rasa nyeri tanpa mengakibatkan hilangnya kesadaran, dikenal di dunia farmasi  dengan obat AINS, atau OAINS  analgesik-antiinflamasi nonsteroid ini adalah golongan obat bebas, obat bebas terbatas yang paling banyak dijual bebas di Apotek. Contohnya seperti :  asam salisilat, ibuprofen, natirum diklofenak, piroksikam. Beberapa OAINS yang memiliki efek menurunkan demam yaitu aspirin, naproksen, ibuprofen.

Jumlah penghilang nyeri yang dijual di apotek itu memang banyak,dan sulit jika anda tidak punya rambu untuk memilihnya. Dari segi kandungan bahan aktifnya, belum dari segi merek, misalkan merek Panadol, Paramex, Bodrex, Ottopain dll. Belum lagi di apotek ada kombinasi penghilang nyeri misalkan Parasetamol 600 mg dan Cafein 50  mg, padahal kan parasetamol itu pereda demam ya ? kenapa bisa jadi obat pereda nyeri  ? ya karena Parasetamol itu bisa meredakan nyeri dan demam, meski efek antiinflamasinya tidak signifikan.

Ini ada rambu-rambu dan tips untuk anda yang penting banget sebelum membeli obat penghilang nyeri :

1.Beli obat yang sudah pernah anda minum dan itu memberi efek positif.

Itu prioritas pertama karena anda bisa tahu bahwa itu berfungsi dan kamu ternyata tidak alergi setelah mengkonsumsinya. Beberapa obat bisa menyebabkan alergi, reaksi seperti Steven Johnson Syndrome sangat berbahaya dan mendesak untuk ditangani di rumah sakit. Misalkan kamu pernah mengkonsumsi parasetamol dan cocok ya beli itu saja, nggak usah terpengaruh bujuk rayu pacar, ibu, teman kecuali dokter dan apoteker, kita semua harus waspada dengan zat apa yang masuk ke dalam tubuh. Jika membeli obat yang sudah biasa di konsumsi maka secara sederhana dan minimal itu akan terbukti aman buat kamu..

2. Beli untuk kebutuhan minimal

Jangan beli terlalu banyak maksimal 2-3 hari saja 4 tablet ya sudah cukup.Kenapa ? karena  nyeri itu sinyal, tanda bahwa tubuh sedang mengalami gangguan tidak beres. Misalkan nyeri kepala, itu bisa disebabkan karena sakit gigi, hipertensi, hipotensi, hiperkolesterol atau bahkan karena gejala flu/= commond cold. Nyeri adalah tanda bahaya, jadi usahakan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Penyebabnya bisa karena fisiologis atau psikologis, makanan atau obat juga pengaruh pada kesehatan kita. Di apotek, apoteker tentu kesulitan menentukan penyakit seseorang meski dalam beberapa tempat anda bisa cek tekanan darah, kolesterol atau asam urat.  Secara keilmuan dan aturan hanya dokter yang punya keahlian mendiagnosa sakit, dan bagusnya :  mungkin anda kadang gak perlu minum obat! hanya perlu makan dan minum makanan bergizi.  Tapi untuk pertolongan pertama boleh, silahkan datang beli penghilang nyeri di apotek.

3. Bacalah petunjuk pemakaian obat yang tertera di kemasan.

Ingat bahwa kewajiban kita sebagai konsumen adalah membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian obat. Hal itu dilakukan untuk keamanan dan keselamatan kita sebagai konsumen. Membaca tulisan di kemasan obat memang ribet,tulisannya kecil, bahasanya ilmiah dan hanya tenaga kesehatan yang terlatih membacanya.Cara termudah adalah meminta penjelasan di apotek. Bisa konsultasi gratis bagaimana cara minum obat yang anda beli apakah 3 kali sehari atau cukup 1 kali sehari. Tidak boleh kita menyimpulkan bahwa semua obat yang dibeli di apotek itu diminum tiga kali sehari.

4. Minum obat sesudah makan dengan segelas air mineral

Jangan minum obat penghilang nyeri dalam keadaan perut kosong resiko kamu mengalami gastritis meningkat jika obat tersebut asam. Biasakan minum penghilang nyeri sesudah makan dengan segelas air. Hal ini bermanfaat juga agar membiasakan  makan teratur.

5.Minum tablet atau sirup sesuai dosis

Jangan minum obat lewat dosis, kalau disebutkan maksimal 3 kali sehari jangan minum 5 kali sehari ya, atau minum satu kali langsung dua tablet. Overdosis, minum obat terlalu banyak dapat menyebabkan kamu pusing, mual, muntah pada jangka pendek. Jika terus-terusan minu obat lewat dosis maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi gangguan organ tubuh lambung, hati, ginjal atau jantung.

6. Jangan memberi obat ke orang lain

Ya meskipun bisa dilakukan, tapi ingat tidak semua obat cocok untuk orang lain. Bisa jadi orang itu alergi dan tidak tepat indikasi, untuk mencegah hal tersebut sebaiknya obat untuk kita tidak diberikan kepada orang lain.Andai mau minta obat analgesik/penghilang nyeri sarankan untuk ke apotek dan konsultasi dengan apoteker disana. Atau mungkin dengan membaca artikel ini ya.

7.Perhatikan label obat Keras tidak bisa dijual bebas ya.

Label obat bebas itu lingkaran warna hijau, dan label obat bebas terbatas itu lingkaran warna biru tua, itu adalah obat yang bisa dijual bebas meski demikian apoteker di apotek akan membatasi pembelian anda. DI apotek anda akan ditanya jika membeli 1000 tablet parasetamol, untuk apa ? karena untuk menghilangkan nyeri anda mungkin hanya perlu maksimal sepuluh tablet. Untuk mencegah penyalahgunaan obat maka penjualan obat itu sangat dibatasi dan ada unsur kehati-hatian ya.

288 total views, 3 views today

About Bernadi SSi.Apt

Penulis,blogger-novelis, pengedar obat bergelar apoteker, pekerja sosial yang humanis, penikmat sastra dan fotografi.

2 comments

  1. terima kasih atas beritanya kak, sangazt membantu untuk lebih berkembang
    lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link