Tips Membeli Obat Murah -
Home / TIPS / Tips Membeli Obat Murah
Tips Beli Obat Murah di Apotek

Tips Membeli Obat Murah

Mungkin tidak sih menawar dokter / apoteker ? minta obat  yang disesuaikan dengan budget yang kita punya. Jawab :  Mungkin dan bisa banget, apalagi itu menyangkut kemanusiaan, bahkan UU kesehatan menyiratkan apoteker dan dokter berkonsultasi untuk mengganti  obat artinya bisa dong memilih obat yang lebih terjangkau. Tapi ada syaratnya ya, tidak asal ganti karena kalau obat yang tidak ada sinonim atau persamaannya tentu dokter dan apoteker tidak bisa mengganti dengan zat lain. Misalkan : Tablet Zithro*** bisa loh diganti dengan tablet Azithromycin generik yang harganya relatif murah.

Selain itu perlu diperhatikan juga jika ada standar/prosedur pengobatan yang harus dilaksanakan  oleh dokter, misalkan penanganan asma itu langkah pertama harus menggunakan Agonis B2, Salbutamol ya yang seperti ini tidak bisa diganti dengan obat lain. Tapi umumnya masih bisa dilakukan dan dicari obat-obatan yang bisa dipilih.

Nah bagaimana tips-tips supaya kita mengatur pengeluaran kita dalam membeli obat :

1. Jujur dan bicara dengan Dokter/Apoteker

Maksudnya ya jujur jangan bohong, kalau punya duit banyak bilang, kalau dikit ya bilang. Dokter/apoteker bisa kok mengatur anda memilihkan obat yang sesuai kecuali untuk obat-obat yang belum ada generiknya. Tidak semua obat juga kan : misalkan 3 jenis obat di dalam 1 lembar resep tidak semuanya harus obat paten yang mahal, dua mungkin generik/generik bermerek yang akan  menekan harga jadi lebih murah.  Sampaikan saja bujet kamu untuk beli obat, misalkan kamu anak kos sampaikan saja “saya punya uang 100 ribu dok!” atau apabila anda pensiunan bisa disampaikan bahwa “saya hanya punya bujet 400 ribu dok!” Mereka pasti membantu kok, lantas kalau dokternya  tidak mau ? pindah dokter saja,  beres kan, hari gini tahun 2018 bukan tahun 2000-an, sudah ribuan dokter umum dan dokter spesialis diluluskan, puluhan kampus kedokteran swasta dibuka : Nggak usah kuatir masih banyak pilihan dokter, yang lebih punya rasa kemanusiaan dan empati sebagai catatan : dokter dan apoteker itu sudah disumpah loh.

2. Pandangan Pertama  itu tak bisa bohong.

Misalkan kamu ke RS, dokter/apotek, ya gak mungkin kamu bohong kan kalau kamu bilang  miskin  tapi baju kamu Polo asli, Esprit, Guess,  sepatu Gucci/ LV Casual, Pake parfum Aigner yang asli, bawa HP Android/IOS agak baru. Emas melingkar di tangan atau bahkan gigi. Lalu make up menor dan tas Gucci/Hermes meskipun KW. Dateng ke dokter/apotek naik Avanza, pakaian rapi, rambutnya klimis.  Duh, pasien yang perlu diberi bantuan itu biasanya ya pakaiannya sederhana : kemeja kusut, celana belel,  daster/baju kekecilan, sobek-sobek, jarang mandi, sandal jepit, kulitnya butek, nggak segerlah, rambut kacau, bau badan/mulut nggak enak, anaknya 10, tinggal di daerah miskin. Lantas kalau kamu ngaku miskin terus penampilan kamu nggak berbanding lurus dengan realita, ya pasti saja kamu itu bohong.

3.Kunjungi Apotek yang ada Apotekernya

Di depan apotek ada papan nama putih , tulisannya Praktek Apoteker, disitu ada jam prakteknya. Masuk dan tanyakan “apakah ada apoteker  ?”  Saran saya silahkan berkenalan dengan apoteker tersebut, kalau tidak ada silahkan ganti apotek saja. Jangan lupa tanyakan identitasnya misalkan Ijazah, SIK dan SIA, kalau perlu tanya KTP dan SIM-nya. Hal ini karena saya pernah ketemu oknum asisten apoteker atau kasir di apotek yang mengaku-ngaku apoteker. Asisten apoteker di apotek lebih fokus ke masalah teknis misalkan gerus puyer, mengemas obat dan penyimpanan obat. Apoteker  lebih memahami farmakologi, farmakoterapi dan interaksi, indikasi obat , karena itu dapat mengatur pilihan obat, mereka tidak segan konsultasi dengan dokter untuk membantu anda mengatur keuangan anda yang terbatas. Jangan terlalu memaksa juga ya, karena ada rambu-rambu, petunjuk , standar prosedur yang harus dilaksanakan dalam mengobati pasien. Oh ya, Apoteker itu akan mencatat rekam jejak obat anda selain memberikan Informasi dan edukasi obat. Semua gratis kok, jadi selamat berkenalan dengan Apoteker.

4.Minta obat generik, generik bermerek bukan obat paten

Obat paten itu obat yang masih memiliki paten, dipatenkan dalam waktu tertentu, hanya ada satu di dunia, dan hasil penelitiannya bertahun-tahun karena belum balik modal. Biasanya ini obat impor, dari pabrikan besar di Amerika, Inggris, atau Eropa. Setelah masa paten itu habis maka dijual bahan baku oleh pabrik pemilik paten itu ke pabrikan lain di Indonesia, mereka membuat merek sendiri dengan nama baru.

Contoh : Dulu Asam Mefenamat di patenkan oleh Pfizer selama 20 tahun dengan merek Ponstan. Setelah patennya habis lalu dijual bahan baku/bahan aktifnya yang bernama Asam Mefenamat ke pabrik-pabrik di Indonesia. Misalkan ke Sanbe Farma, mereka mengemas dan memberi nama menjadi Mefinal. Isinya ? ya asam mefenamat.  Jadi Mefinal  itu adalah Obat Generik bermerk. Obat Generik : adalah obat yang dikemas tanpa merk, hanya diberi nama bahan aktifnya.   Di Indonesia ada Obat Generik Berlogo, yaitu yang dibuat khusus oleh Pabrik yang di standardidasi oleh pemerintah. Jangan malu minta diresepkan obat generik, apalagi itu di rumah sakit/ puskesmas pemerintah wajib menggunakan obat generik. Tapi kewajiban meresepkan obat generik itu hanya ada di fasilitas pemerintah, kalau di instansi swasta ya dokter nggak wajib, meski demikian anda bisa minta diresepkan obat generik.

Oke deh, itu saja dulu ya, semoga bermanfaat.

205 total views, 3 views today

About Bernadi SSi.Apt

Penulis,blogger-novelis, pengedar obat bergelar apoteker, pekerja sosial yang humanis, penikmat sastra dan fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link