Tips Membeli Obat Diare -
Home / TIPS / Tips Membeli Obat Diare
Tips Membeli Obat Diare di Apotek

Tips Membeli Obat Diare

Menurut WHO Pengertian diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari (24 jam),  perhatikan bentuk feses apakah kental, berdarah atau hanya cair saja. Tujuan pengobatan diare adalah  : 1, Mencegah dan mengobati dehidrasi, 2 Mencegah kerusakan pola makanan selama diare, 3 Mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare dan mengurangi munculnya diare dengan memberi zinc. Nah, Seandainya anak/anda tiga hari buang air besar masih encer,  berulangkali muntah, jadi sering haus, tidak bisa makan dan minum dengan baik, demam  dan selama tiga hari tidak ada perbaikan sebaiknya segera ke rumah sakit/ dokter saja, jangan ke apotek ya karena anda perlu terapi khusus.

Misalkan anda merasa diare ini tidak terlalu parah, anda bisa membeli obat untuk pertolongan pertama  di apotek. Nah  berikut ada beberapa hal yang penting anda perhatikan :

1.Jangan Minum Antibiotik Sembarangan
Kecuali dokter dan diagnosis yang tepat sebaiknya anda menghindari memberi anak anda antibiotik. Antibiotik digunakan untuk mengobati diare yang telah diketahui penyakitnya misalkan Disentri, Shigella atau Amubiasis, Kolera menggunakan terapi antibiotik spesifik. Untuk mencegah resistensi bakteri sebaiknya anda tidak minum antibiotik kecuali atas anjuran dokter. Selain itu penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan membuat pengeluaran anda meningkat.

2.Minum cairan Oralit untuk mengganti cairan yang keluar
Segera mengetahui anda/anak anda beraknya cair, segera beri minum air atau Oralit  yang bisa di beli di apotek, jika masih minum air susu ibu sebaiknya ditambah. Anda bisa minum air campuran garam dan gula secukupnya. Mungkin rasanya tidak enak, jadi saya sarankan bisa beli minuman Pocari Sweat, Mizone, atau cairan elektrolit yang dijual di apotek yang rasanya lebih enak. Cara minumya setelah buang air besar, diminum satu gelas. Ini bertujuan untuk mencegah tubuh anda lemas karena dehidrasi.

3.Pelajari beberapa  Golongan Obat Antidiare yang di jual di apotek
Beberapa jenis obat yang ada di apotek antara lain :

  • Adsorben (contohnya :  kaolin, attapulgite, smectite, arang aktif/norit, kolestiramin). Obat ini ditujukan untuk pengobatan diare  bekerja dengan cara mengikat dan menghentikan aktivasi racun dari bakteri atau zat lain yang menyebabkan diare, klaim nya obat ini dapat melindungi mukosa usus. Obat-obatan jenis ini tidak cocok untuk diare akut pada anak. Contoh merek di Apotek yang bisa anda temukan : Enterostop, Attagip, New Diatab.
  • Antimotilitas (contohnya :  loperamide HCL, difenoxilat dan atropin, tincture opium,  atau kodein).  Obat-obatan Opiat dan mirip Opiat ini adalah inhibitor gerakan usus dapat menurunkan frekuensi buanng air pada dewasa, meski demikian tidak dapat menurunkan volume berak pada anak. Selain itu , golongan obat ini dapat menyebabkan paralitik ileus yang fatal, dan dapat menambah lama infeksi dengan mengurangi keluarnya organisme penyebab diare. Selain itu Sedasi dapat muncul pada pengobatan dosis normal dan efek fatal cns toksisitas dapat terjadi. Tidak ada satupun obat dari golongan ini yang bisa diberikan ke bayi atau anak. Contoh di apotek anda bisa menemukan obat dengan merek : Imodium, Lodia, Codein.
  • Bismuth subsalicylate. Bismuth subsalicylate menurunkan jumlah buang air besar dan komplain dari orang dewasa. Diberikan setiap 4 jam, dilaporkan menurunkan cairan keluar dari anak dengan akut diare sebesar 30 %, pengobatan ini meski demikian jarang digunakan.
  • Obat Kombinasi, adsorbent, antibakteri, dan antimotilitas dan zat lain. Pabrikan mengklaim formulasi ini cocok untuk beberapa jenis diare, meski demikian kombinasi  ini tidak rasional dan biaya dan egek samppngnya lebih tinggi dibanding obat tunggal.  Obat kombinasi ini cocok untuk pengobatan anak.
  • Antiemetik. Obat ini seperti prochlorperazine and chlorpromazine,menyebabkan sedasi yang berinteraksi dengan oral rehidrasi. Atas alasan ini antimetik tidak boleh diberikan pada anak diare. Apalagi jika muntah berhenti jika anak sudah diberikan ORT
  • Stimulan Jantung, diperlukan ketika terjadi diare yang mengakibatkan dehidrasi dan hipovelemia. Pengeobatan yang tepat adalah IV infus elektrolit. Penggunaan Stimulan jantung dan obat vasoaktif (adrenalin, nikotinamid) tidak pernah diindikasikan.
  • Darah/plasma atau Plasma Sintetis, tidak boleh diberikan kepada anak yang dehidrasi karena diare, anak tersebut lebih perlu cairan pengganti yang hilang seperti air dan elektrolit. Pengobatan menggunakan Darah/Plasma diperlukan untuk pasien hipovolemia yang disebabkan shok sepsis.
  • Steroid, tidak memiliki keuntungan, dan tidak diindikasikan untuk diare. Obat pencahar dapat menyebabkan diare dan dehidrasi bertambah buruk jadi seharusnya tidak boleh digunakan.

4. Segera ke Periksa ke Puskesmas, Dokter / Klinik
Apalagi jika ada tanda-tanda lemah karena dehidrasi, apalagi sampai tidak bisa makan. Bisa ke dokter, puskesmas, bidan atau rumah sakit. Anda yang lebih tahu kondisi anda, sampaikan dengan teliti keluhan anda, jenis buang air besar anda : encer, berlendir, berdarah, berapa kali anda siang ini buang air, bagaimana pola makan anda. Semuanya akan membantu diagnosa dokter.

5. Tidak ada yang mengetahui penyebab diare anda
Ingat, pengalaman diare antara tetangga anda, saudara, teman bisa jadi tidak sama. Banyak jenis kuman aerob, anaerob, gram positif dan negatif penyebab diare hanya dokter yang bisa menganalisa berdasarkan ciri-ciri gejala anda. Jadi  jangan pernah merasa malas untuk ke dokter, atau konsultasi ke Puskesmas, bisa juga ke apotek. Jangan juga memutuskan jenis diare kecuali anda sudah berpengalaman atau tenaga kesehatan.

Itu dulu tips dari saya, semoga Bermanfaat, semoga anda selalu sehat.

 

Semoga bermanfaat.

—–++—–

 




Sumber :

http://www.worldgastroenterology.org/guidelines/global-guidelines/acute-diarrhea/acute-diarrhea-english

The Treatment of Diarrhoea, World Health Organization, Department of Child and Adolescent Health and Development, WHO International.

333 total views, 3 views today

About Bernadi SSi.Apt

Penulis,blogger-novelis, pengedar obat bergelar apoteker, pekerja sosial yang humanis, penikmat sastra dan fotografi.

One comment

  1. Setelah bab minum air agar tubuh tidak kehilangan banyak cairan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link