Popper itu Obat atau Bukan ? -
Home / NGOCEH / Popper itu Obat atau Bukan ?

Popper itu Obat atau Bukan ?

Di depan Bron kekasihnya Jay bilang “Tunggu sebentar sayang !” Jay membuka tutup botol, meletakkan di hidung, menghirup cairan jernih, mudah menguap,  Poppers, di dalam botol 50 ml. Rasa hangat menjalar paru, menjalar ke seluruh tubuh, naik ke kepalanya.  Dia menutup botol itu, mencegah dirinya overdosis.  Tiba-tiba tubuhnya kepanasan, ingin buru-buru membuka pakaian, lengan kaki, tubuh dan sikunya berat.  Sepertinya darah naik ke kepala, wajahnya memerah.  Satu menit, tekanan darahnya turun, ototnya melemah, Jay merasa rileks dan euphoria, lalu,- dia berbaring di ranjang menunggu Bron menikmati tubuhnya.

Popper mengandung senyawa Amyl Nitrit, dibuat  tahun  1844  oleh Antoine Ballard di Perancis, baunya mirip kaos kaki kotor, senyawa itu digunakan untuk pengobatan jantung :  melebarkan pembuluh darah untuk Angina Pektoris, Sifatnya vasodilator (=melebarkan pembuluh darah) sehingga darah semakin banyak lewat dan menurunkan tekanan darah.

Nama Popper berasal dari bunyi tutup botol/ampul yang bisa dipecahkan, bunyinya “popp”,  untuk dihirup oleh pasien. Tahun 70-an digunakan untuk obat rekreasi (=recreational medicine), terkenal dengan nama Jungle Juice, nama jalanannya yaitu : Snappers, Amyls, Aimes, Amys dan Pearls. Disimpan dalam botol gelas, dihirup lewat hidung. Poppers menyebabkan relaksasi pada otot  anus, sehingga hubungan anal seks lebih “mulus” seperti Bron dan Jay,  komunitas gay lebih banyak tahu dan mempopulerkan zat ini. Digunakan untuk menambah lama waktu orgasme, melancarkan hubungan seks anal dan  euphoria.

Memang sudah biasa Jay menghirup Popper, tapi hari itu hari yang spesial.

Satu jam yang lalu dia mampir di di apotek. Membeli 4 tablet Viagra, tablet 100 mg, ia minum satu tablet padahal tablet Viagra tidak boleh dicampur dengan Popper, efeknya nafas Jay menderu cepat,  tekanan   darah turun drastis, pembuluh darah semakin melebar. Tak tahu efek samping obat, malam itu Jay pingsan, Bron kekasihnya panik, menelepon ambulans lalu membawanya ke rumah sakit. Ketika Jay sadar dokter di UGD,  yang mengantuk dan beraroma mentol itu bertanya padanya

“Apakah kau menghirup Popper ? “ Jay mengangguk, dia masih lemas. “ kira-kira dua jam  yang lalu.”

“Eh dok….dia juga minum Viagra,” sahut Bron.

“Huh, untung kau cepat datang ke rumah sakit.” Dokter itu tahu bahwa kombinasi Viagra dan

Popper bisa mematikan.

“Terlambat sedikit,  kau mungkin bisa mati,” ucapnya.

Viagra, mengandung Sildenafil Sitrat, sebuah penghambat Enzim PDE-5, penghambatan ini meningkatkan aliran darah ke penis, efeknya : ereksi, cocok untuk pasien yang mengalami disfungi. Obat ini tak punya kisah sempurna, dulu korban berjatuhan, menurut Dr.Sanjay kaul di Webmd, saat konferensi ke- 49 American College of Cardiologi, setahun setelah diluncurkan Viagra menyebabkan 522 kematian. Pasien sakit jantung yang diterapi oleh Nitrat tidak  tahu bahwa tidak boleh mengkonsumsi Viagra kombinasi Gliseril Trinitrat atau Isosorbid Dinitrat. 1473 kasus di database milik FDA, 522  tewas dan 517 pasien yang mendapat serangan jantung, atau nyeri angina ketika mengkonsumsi Viagra.  Laporan ini justru meningkatkan tanda tanya bahwa sebenarnya “mungkin” korbannya lebih banyak. Wajar, toh belum ada data pengguna Popper plus Viagra yang tewas.

Jay dan Bron tinggal di Philadelphia di Amerika, itu lustrasi untuk menjelaskan, bahwa  kisah itu bisa terjadi di sekitar kita. Meski begitu anda tak bakal ketemu Popper di Apotek, toko obat atau toko bahan kimia di Indonesia. Popper  lebih mudah ditemukan di komunitas gay, toko seks online, atau toko pornografi. Di twitter kita dengan mudah menemukan penjual Popper, di Indonesia harganya Rp. 250.000-350.000 per-botol bisa dikirim ke tempat tujuan. “Mau coba ?” resiko tanggung sendiri, itu cairan ilegal. Tak ada pengawasan Popper oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Produksinya apakah sesuai Standar Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB), Syarat Label Obat, Higienis atau  syarat Kemasan yang bisa diawasi.

Nyaris tak ada info dari produsen, Popper juga ilegal di Amerika dan Inggris. Jadi membeli Popper di Internet itu seperti bunuh diri :  kita tidak tahu  kandungan zat dalam botol tersebut apakah Amyl Nitrit, Isopropil Nitrit, Butil Nitrit, atau bisa jadi Asam Nitrat.  Jika terjadi sesuatu kepada anda, tak ada produsen yang bisa dituntut, anda mungkin tak bisa klaim asuransi dan di Indonesia, ada konsekuensi sosial jika anda…ketahuan gay. Apakah Popper merupakan sebuah zat yang digunakan untuk penyembuhan penyakit, pemulihan dan peningkatan kesehatan bagi penggunanya ? Itu definisi obat! …..Nyatanya Popper tidak menyembuhkan, tidak memulihkan, dan tidak meningkatkan kesehatan. Kecuali Amyl Nitrit yang diproduksi legal dengan indikasi anti Angina.  Selama tak ada aksi dari regulator di Indonesia, tidak akan ada penangkapan, dan reaksi masyarakat tidak pernah tahu. Celakanya mungkin kadang ada pemahaman “ada baiknya masyarakat memang tidak perlu tau dan tidak perlu dididik untuk memahami bahan obat rekreasi.” Tapi semoga  kali ini :  ada dan anda yang bertindak membasmi lagi peredaraan bahan kimia ilegal tersebut.

previous arrow
next arrow
Slider

Beli Novel Bernadi Malik

436 total views, 3 views today

About Bernadi SSi.Apt

Penulis,blogger-novelis, pengedar obat bergelar apoteker, pekerja sosial yang humanis, penikmat sastra dan fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link