Perlukah Tablet Truvada di Indonesia ? -
Home / KESGA / Perlukah Tablet Truvada di Indonesia ?

Perlukah Tablet Truvada di Indonesia ?

Sekarang HIV bisa dicegah loh! itu bukan hoaks. Sejak tanggal 2 Agustus tahun 2004, itu hari FDA menyetujui indikasi tablet Truvada yaitu untuk mencegah atau mengendalikan infeksi HIV. Dibuat oleh Pabrik Gilead Sciences. Inc.,  Tablet Truvada adalah kombinasi dari dua zat yang berbeda,mengandung emtricitabine dan tenofovir. (Emtricitabine disebut inhibitor nukleosida reverse transcriptase, sedangkan tenofovir disebut nukleotida reverse transcriptase inhibitor. Mereka sering disebut NRTI.) WHO memasukkan kombinasi obat ini sebagai obat esensial. Produk ini disetujui di AS untuk orang yang berisiko tinggi terhadap infeksi HIV. Metode pengobatan ini dinisbatkan pada singkatkan  PrEP : Pre-Exposure Phrophylaxis, atau dalam bahasa indonesia dapat diterjemahkan Pencegahan Pra Paparan atau Pencegahan Pra Pajanan adalah suatu tindakan melindungi diri sebelum kontak dengan virus HIV-1, dengan cara minum obat setiap hari dan melakukan seks aman.

Truvada diberikan untuk pasien risiko tinggi HIV, diantaranya memiliki pasangan yang terinfeksi HIV, berhubungan seks tanpa kondom, memiliki banyak pasangan seks, infeksi dengan penyakit menular seksual-STD, atau penggunaan / penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol. Efeknya akan membantu mengurangi jumlah HIV dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih baik dan menurunkan komplikasi HIV (seperti infeksi baru, kanker) dan meningkatkan kualitas hidup.

Kepada siapa metode PreP perlu diberikan ? Siapa yang diberikan pencegahan menggunakan Truvada ?  tentu harus mempertimbangkan  rekomendasi menurut yang dikeluarkan oleh WHO yaitu :

  1. Untuk pasangan serodiskordan, yaitu salah satu pasangan terinfeksi HIV dan salah satunya tidak. Maka tambahan obat pencegah HIV dibutuhkan. Dosis harian Prep (tenofovir atau tenovofir dan emtricitarabine) dapat dipertimbangkan menjadi intervensi tambahan untuk pasangan yang belum terinfeksi HIV 1.
  2. Penyebaran HIV yang terjadi pada pria dan transgender wanita yang berhubungan seks dengan pria. Maka tambahan obat pencegah HIV dibutuhkan. Dosis harian Prep (tenofovir atau tenovofir dan emtricitarabine) dapat dipertimbangkan menjadi intervensi tambahan untuk pasangan yang belum terinfeksi HIV.1
  3. Untuk pria yang berhubungan seks dengan pria, Prep direkomendasikan sebagai pencegahan HIV.

Dengan pertimbangan diatas maka diharapkan manfaat yang dapat ketika mengkonsumsi Truvada antara lain :

  1. Membantu mengurangi jumlah HIV dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih baik
  2. Menurunkan peluang untuk mendapatkan komplikasi HIV (seperti infeksi baru, kanker) dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Truvada harus kombinasi dengan setidaknya satu obat HIV lain agar bekerja efektif.

Pertanyaannya apakah Truvada perlu disediakan di Indonesia ? ini terkait dengan masalah sensitif, dan erat hubungannya degngan  stigma  negatif terhadap HIV yang ditonjolkan kepada kaum penyuka sesama jenis.

Di Indonesia yang memiliki budaya ketimuran, Dasar negara UUD 1945 dan  Pancasila khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa,  tentu  sudah membenturkan kaum agamis dengan  kelompok minoritas penyuka sesama jenis.  Stigma  kelompok “pendosa” ini terus melekat selama-lamanya dan untuk sesuatu yang  mendekati hal ini aturan agama  jelas melarang tanpa ada toleransi. Jika dipaksakan akan terjadi benturan yang lebih keras dan berdampak buruk.  Tapi toleransi  tetap bisa diberikan kepada mereka yang sudah sakit dan mau bertobat, terkait dengan hukum darurat yang harus disahkan.

Saat ini harusnya kita sudah mulai membuat analisis dampak sosial dan etika, ketika memikirkan pengadaan obat  Truvada, antara lain :

  1. Penyedia Obat atau Regulator. Mendistribusikan obat Truvada, kegiatan promosi kesehatan masyarakat memiliki batas tipis antara mendidik dan mempromosikan hubungan sesama jenis.  Komunikasi, informasi, dan edukasi massa sangat kompleks, dan umpan balik yang di dapat akan bervariasi, tapi dari pandangan masyarakat secara umum, sebuah  potongan tagline, frame promosional yang menyebutkan bahwa kini HIV bisa dicegah dengan obat bisa diartikan mendukung perilaku penyuka sesama jenis.
  2. Penerima Obat pria atau transgender yang berhubungan seks dengan pria. Hal ini bisa menjadi kabar gembira karena mereka yang rentan terkena HIV mereka bisa terus berhubungan dengan pasangan yang sudah terinfeksi HIV tanpa takut tertular. Sikap ini bisa menimbulkan euforia dikalangan mereka, lantas melakukan secara terus menerus perilaku seks mereka sementara di Indonesai kelompok ini tentu ditentang.
  3. Pasien Serodiskordan.Hubungan suami-istri yang salah satunya mengidap HIV, adanya tablet Truvada ini semestinya wajib diberikan. Untuk menyelamatkan pasangan dan kemungkinan ibu hamil yang janinnya yang beresiko tinggi tertular HIV.
  4. Dihubungkan dengan Penyakit, Truvada bisa menyebabkan misinterpretasi mengenai penggunaan kondom. Pria/transgender yang berhubungan dengan pria, atau pasangan serodiskordan bisa saja meninggalkan kondom, dan berharap tidak ada transmisi HIV, namun hal ini justru menyebabkan penyebaran penyakit kelamin.

Terlepas dari empat hal diatas, Truvada memang fenomenal dengan adanya tablet ini HIV dan Aids bisa dicegah sejak dini, namun  pemberian dan pengadaan di Indonesia perlu melihat berbagai pertimbangan sosial dan etika yang menyangkut nilai-nilai yang dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia. Regulator, kalangan cendekia, ulama, Organisasi profesi, LSM dan tokoh masyarakat harus duduk bersama untuk mengatur distribusi obat ini.

Wallahualam.

Sumber :

  1. Drugs.com, Truvada
  2. https://www.who.int/hiv/en/
  3. Guideline on when to start antiretroviral therapy and on pre-exposure prophylaxis for HIV. World Health Organization. ISBN 978 92 4 150956 5 (NLM classification: WC 503.2) © World Health Organization 2015

285 total views, 1 views today

About Bernadi SSi.Apt

Penulis,blogger-novelis, pengedar obat bergelar apoteker, pekerja sosial yang humanis, penikmat sastra dan fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link