Mengapa Obat Paten Lebih Mahal Harganya ? -
Home / BIGFARMA / Mengapa Obat Paten Lebih Mahal Harganya ?
Mengapa Obat Paten Lebih Mahal Harganya ?

Mengapa Obat Paten Lebih Mahal Harganya ?

Secara garis besar Obat Paten adalah obat yang dibuat dan diteliti dan dikembangkan oleh perusahaan farmasi sejak proses sintesa, hingga proses penjualan dan memiliki nama dagang atau Merek. Biasanya obat paten ini memiliki jangka waktu yang dipatenkan oleh sebuah perusahaan farmasi sebelum perusahaan lain bisa membuat obat generiknya. Sedangkan Obat Generik adalah obat yang telah melewati masa paten dari sebuah perusahaan sehingga dapat dibuat tanpa membayar royalti atau fee kepada perusahaan pengembang obat tersebut.  Terdapat dua jenis obat generik yaitu obat generik berlogo yang dijual dengan nama kandungan zat aktifnya dan Obat generik bermerek yang dijual dengan menggunakan merek.  Sebagai  contoh :  obat paten dengan merek Ciproxin® (kandungan Ciprofloxacin 500 mg)  dapat ditemukan dijual dengan bermerek dagang Tequinol, Meflosin, Phaproxin,Viflox, Baquinor,  dll. Disamping itu juga dijual dalam bentuk obat generik berlogo Ciprofloxacin OGB.

Proses awal dari pengembangan obat adalah penemuan zat yang berkhasiat tertentu.  Proses penemuan ini kemudian dikembangkan menjadi tahap penelitian yang  akan membutuhkan waktu yang lama , Para ahli akan meneliti di laboratorium selama bertahun-tahun dengan bantuan perusahaan atau pemerintah kemudian membuat dalam skala besar untuk dipasarkan kepada masyarakat, lembaga, institusi, atau pemerintah. Sebagai contoh sildenafil ditemukan dan diteliti awal tahun 80an kemudian dipasarkan tahun 1996.

Banyaknya ahli yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan juga menyebabkan biaya yang besar. Para ahli antara lain meliputi ahli farmasi, kimia ,teknik,  teknologi industri, biokimia, biologi, fisika, dan farmakologi.  Para ahli ini biasa difasilitasi oleh perusahaan obat untuk mengembangkan obat yang akan dipasarkan. Hasil-hasil penelitian obat tersebut biasa dipublikasikan dalam bentuk jurnal, karya tulis ilmiah dan di publikasikan juga pada simposium atau seminar. Beberapa zat obat kadang memiliki kode nama tertentu sebelum diberikan nama generiknya, sebagai contoh : zat X-435266 yang setelah dipasarkan ternyata mengandung Moxifloksasina.

Disamping itu Penelitian obat paten memerlukan uji klinis kepada pasien.Uji klinis ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan indikasi kepada pasien. Sebagai contoh Perusahaan Sanofi Aventis meneliti tablet Ramipril dan melaksanakan studi dan penelitian  kepada 10.000 pasien selama 5 tahun, sehingga tujuan pengobatan obat ini bisa ditentukan dengan spesifik persentasi kesembuhannya. Banyaknya pasien dalam fase uji klinis ini tentu banyak pula tenaga ahli yang mengawasi dan  mengevaluasi hasil penelitian obat tersebut. Disamping waktu yang diperlukan tentu membuat biaya operasional perusahaan terus membumbung tinggi.

Pembuatan bahan baku dalam jumlah besar dapat juga memerlukan investasi yang tidak sedikit, jika perusahaan farmasi tersebut akan membuat bahan baku sendiri maka biaya pengembangannya akan dibebankan kepada harga obat tersebut. Namun terdapat  juga perusahaan farmasi yang membeli bahan bakunya dari perusahaan lainnya.Sebagai contoh Pabrik bahan baku memproduksi bahan bakunya di Singapura, kemudian mengemas produk bahan bakunya di Indonesia.

Marketing yang melibatkan:  promosi, pendistribusian, penyimpanan dan penjualan   yang dibebankan kepada pasien juga  menyebabkan biaya pengobatan meningkat. Perusahaan harus menjelaskan kepada para ahli kedokteran dan kefarmasian dalam bentuk simposium atau seminar. Dalam Proses pelaksanaan seminar ilmiah ini perusahaan membeberkan hasil penelitian dan pengembangannya kepada para ahli kedokteran, dokter, farmasi dari berbagai institusi sehingga informasi yang benar dapat diterima dengan baik. Namun tidak menutup kemungkinan perusahaan juga menerbitkan jurnal yang diberikan langsung kepada para tenaga kesehatan. Pendistribusian, penyimpanan  dan penjualan yang melibatkan distributor dan  apotik juga memberikan dampak harga obat meningkat.

Oleh karena itu Penelitian dan pengembangan obat memerlukan waktu dan biaya yang besar dan memerlukan banyak peneliti dan pasien yang terlibat dalam pengembangannya. Terdapat biaya pembuatan, pengembangan, pendistribusian, penjualan yang menyebabkan harga obat meningkat.

Semua biaya tersebut tentu di bebankan kepada kita, pembeli obat. Nah karena besarnya biaya penelitian dan marketing itu maka perusahaan obat memiliki masa paten selang waktu tertentu, hal ini yang membuat obat yang dalam masa paten menjadi cenderung mahal.

236 total views, 3 views today

About Bernadi SSi.Apt

Penulis,blogger-novelis, pengedar obat bergelar apoteker, pekerja sosial yang humanis, penikmat sastra dan fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link