Love, Live & Smile Chapter-13 -
Home / NOVEL SEKAT / Love, Live & Smile Chapter-13

Love, Live & Smile Chapter-13

“Oh ya sebelum lupa,  ini aku belikan kau cokelat Toblerone kemarin malam di Supermaket,” Flori menatap bungkusan kertas kado warna-warni yang ada di tangan Rei. Dia tersenyum mengambil bingkisan itu dan mengucap  kan terimakasih. Suaranya bergetar di bawah tenggorokannya. “Merci, aku terharu dan senang kau belikan aku sebatang cokelat,”

“Selamat jalan Flori.Aku sudah berikan nomer teleponku di dalam cokelat itu. Kalau kau mau membuangnya.”

“Tidak…tidak, aku akan meneleponmu Monsieur Rei,” ucap   Flori sambil tersenyum. “Asalkan kau tidak merasa terganggu,”

“Aku juga akan menghubungimu,” jawab Rei, Flori sudah memberikan kartu namanya ke Rei kemarin meski sebenarnya ia mau melupakan pria itu, tapi entah kenapa Rei terlihat memelas. Mungkin Rei sungguh-sungguh tak ingin melihat dirinya mau bunuh diri lagi.

Flori berdiri dari kursi di sebelah Rei, dia bingung harus bagaimana lagi. Tapi pelan-pelan dia bangkit dan menjauh. Di depan persimpangan lorong pemisah antara pintu penerbangan dia balik dan menatap ke kursi. Tapi tak ada Rei disana, dia melihat pria jangkung berbadan tegak itu melangkah menjauh, menuju ke pintu keberangkatan.

“Sampai jumpa Rei,” ucap   Flori, dia berbisik sendiri,”Sampai jumpa.”

Suara pengumuman terdengar di ruangan, panggilan kepada penumpang yang tujuan ke Paris, dipersilahkan masuk ke ruang tunggu, itu pesawat Flori. “Sampai jumpa,” bisik Flori, penuh perasaan dan tidak ingin melepaskan pandangannya, dia menyeret kakinya, sepatu bot dr.Marten yang terasa berat, di tangan kanannya dia menarik sebuah koper ukuran 7 kilogram. Standar untuk turis, menggendong sebuah tas ransel di pundaknya. Flori balik ke belakang berharap ada Rei, disana.

Flori masih membayangkan  Rei, “Bukankah dia selalu protes ? Aku mirip Jane Birkin ? Sialan, kenapa Ben tidak pernah bilang begitu ya. Aku memang mencontek sedikit rambut Birkin, make up milik Grace Kelly si ratu Monaco dari Amerika,  aku memang terlalu bodoh dan asal comot dengan menggunakan model Hermes sebagai panduan make-up.” Flori terus melangkah, sambil mengguman, menyanyikan lagu Birkin dengan Serge Gainsbourgh, “J’etaime, aku cinta kamu.”  tapi dia tidak sedang jatuh cinta, dia sedang patah hati.

J’etaime…rasanya,” pikir Flori “terlalu sensual .”jika saat itu mendengar Jane Birkin orgasme saat menyanyi dengan Serge.

Di depan pintu keberangkatan Flori menunjukkan pas naik kepada petugas, pesawatnya sudah siap tapi penumpang belum dipersilahkan naik ke atas pesawat.  Flori bisa menunggu di lounge kelas bisnis, tapi dia malas sendirian di lounge itu, daripada diam disana dan tak ada teman dia lebih memilih lebih cepat naik ke atas pesawat.  Toh, saat menunggu Flori masih juga ingat Ben, pria berdada bidang, tubuhnya tegak, hidungnya mancung dan matanya yang ramah. Ben ada disini ketika dia pulang ke Paris, mengantarkan sampai ke dalam Bandara, di Amman.

Kota Amman, tempat yang romantis dan menurut Ben, lebih aman dibanding di Israel. Itu dulu saat bersama dia.., Pikir Flori dia suka bau badan Ben, Eau de Toilette Axe, rambutnya dia punya selera yang baik, hanya saja dia kurang perhatian dengan kebersihan. Ben, agak bau kecut….tapi itu tak masalah. Setelah lama menjalin hubungan dengan Flori, Ben jadi rajin mandi, toh Flori akhirnya juga membelikan Ben sebotol Private Number, itu sebotol parfum Aigner di Paris. Sebuah hadiah spesial untuk menyaingi Ben yang  romantis karena Ben selalu memberi Flori sekuntum mawar dan cokelat.

Uh…..Di Bandara Amman, jangan-jangan diruangan ini lagi. Dulu mereka berpisah.  Ben ke Istanbul, lalu Flori kembali mengajar di Paris.

Mereka pernah satu kali  berjumpa di Tel Aviv,  Ben menjemputnya di Ben Gurion….

Bersambung ke chapter-14

 

 

95 total views, 3 views today

About Bernadi SSi.Apt

Penulis,blogger-novelis, pengedar obat bergelar apoteker, pekerja sosial yang humanis, penikmat sastra dan fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link