Klub Jurnal Apoteker Anti Ghibah -
Home / Kolom Opini / Klub Jurnal Apoteker Anti Ghibah

Klub Jurnal Apoteker Anti Ghibah

Jadi dirut Garuda Indonesia itu berat, dibayar 300 juta per bulan, bandingkan dengan apoteker gajinya 2 juta perbulan. Protes ? maklum saja tanggung jawabnya mengurus 10.000 orang dan kebijakannya mungkin harus seratus keputusan per hari -ah bisa lebih. Apoteker, tanggung jawabnya mengurus 4 orang asisten dan admin. Lantas disumpah, dan jualan obat nggak boleh aneh-aneh, sudahlah…dua juta pun kemalahan. Itu kalau membahas dirut BUMN yang jadi bulan-bulanan di acara ghibah nasional lewat Twitter, akun digeembok seolah membuka mata kita. Betapa bobrok mesin Garuda Indonesia, meski masih dalam bentuk gosip tapi anehnya masyarakat seolah setuju dengan cerita digeembok, mereka terpesona kisah pramugari yang stereotip banget.Seolah kita sepakat kalau kerja dengan modal kecantikan dengan mudah terjerumus ke bisnis lendir. Karena persaingan akhirnya ya di antara dua selangkangan itu kan.

Apa hubungan dengan Klub Jurnal ? ya ini adalah klub yang agak right wing, tidak mainstream karena klub ini dibuat dengan semangat anti ghibah, yaitu bicara, yang baik, mendengar yang baik dan melakukan yang baik. Tujuannya sederhana kok, membuat wadah yang bisa membuat apoteker kumpul, dan berbagi ilmu tentang obat… bukan ghibah dan gosip. Waktu luang yang dimiliki apoteker itu sebaiknya tidak diisi dengan gosip, khas emak-emak sosialita yang baru aja kaya dan norak pamer tas KW.

Awalnya di Kota Palopo ada sekumpulan apoteker, awalnya hanya enam orang di bulan September, mereka ketemu di sebuah kafe di Palopo, dan mulailah membagi tugas menyusun sebuah jadwal selama enam bulan. siapa yang jadi pembawa materi, siapa yang buat daftar hadir, lalu ada juga yang siap dengan sumbangan dana hehe…..jadi materinya ternyata banyak yang bagus, ada tentang Kerjasama dengan BPJS, Diabetes Melitus, Obat Generik dan Paten, Obat Hipertensi, Obat Gastritis, dan selama 5 bulan semua berjalan dengan baik.

Sekarang bulan Januari sudah mulai bisa di evaluasi, partisipasi yang masih terlalu jauh rentangnya, jumlah terbanyak yang ikut adalah 13 peserta dan jumlah paling sedikit ? 5 peserta. Apakah itu mencerminkan bahwa apoteker tidak butuh Jurnal Klub ? tidak juga karena alasan kebanyakan tidak bisa datang karena mengurus anak, sibuk kerja dan keluar kota. Jadi dalam hal peyebaran informasi melalui WA sih cukup efisien.

Jadi kami masih menunggu dan menyusun jadwal, kapan memulai lagi, masih ada Edha, Nurlaily, Isna, Zakiah, Aisyah, Syahril, Razak, Aswinar, Mumun, dan masih banyak lagi member PC IAI Palopo yang mau berpartisipasi

 

 

 

15 total views, 3 views today

About Bernadi SSi.Apt

Penulis,blogger-novelis, pengedar obat bergelar apoteker, pekerja sosial yang humanis, penikmat sastra dan fotografi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link