First Travel Setitik Heboh Travel Sebelanga -
Home / NGOCEH / First Travel Setitik Heboh Travel Sebelanga

First Travel Setitik Heboh Travel Sebelanga

Berhubung sekarang masanya booming First Travel, sangat menarik bagi saya untuk menganalisis kesalahan yang dibuat oleh manajemen First Travel. Meskipun sangat mudah karena kenyataannya uangnya dialirkan ke kegiatan yang tidak berhubungan dengan ibadah umroh melainkan untuk membeli aset pribadi. Baiklah jika anda mengatakan bahwa itu murni merupakan kesalahan AS dan AA yang menggelapkan uang, anda benar tapi juga nggak 100 persen benar. Marilah kita buka satu persatu benang kusut yang menjadi puncak gelembung yang kini pecah menjadi “media frenzy” yang mengisi hari-hari kita di linimasa ahlul medsos seperti saya yang setiap hari senam jari dan otak untuk memberi komentar. Secara umum tulisan ini saya harap membuat anda bisa tercerahkan dalam memilih penyedia jasa umroh yang kredibel.

 Jika sekarang anda sekalian sedang membuka-buka laman berita di internet tentang First travel, maka itu adalah salah satu kriteria yang bagus untuk membeli paket umroh, yaitu “travel yang terpercaya”. Masalah travel yang terpercaya ini mungkin bisa diperiksa di Kementerian Agama meskipun ini juga masih untung-untungan karena first travel sebelumnya mengantongi ijin juga loh, nah cara yang paling mudah adalah memeriksa pengalaman mereka dari tahun ke tahun. Contoh saja travel x yang sudah digunakan di tahun 2000-2003 sampai sekarang harganya biasanya memang mahal ya karena mereka sudah tau memang yang namanya Umroh itu harganya minimal 20 juta hingga 22 juta. Artinya mereka juga tau bahwa nggak masuk akal mengelola umroh dengan uang 14 juta, kenapa demikian ? Karena mereka punya Batasan. Ingat batasan! Bahasa kerennya Limit! Ya itu travel yang benar biasanya hanya mampu memberangkatkan tidak sampai bertumpuk-tumpuk, mereka memahami jika 10 bus Saptco itu sudah cukup berat mengatur berbagai macam keinginan jamaah. Perbandingan saja ya jemaah haji itu satu kloter 500 orang, jadi ya kemampuan memberangkatkan itu ya kira-kira 500 orang sudah cukup. Lagipula setelah pulang biasanya ada masa jeda untuk memberangkatkan lagi karena mereka mempersiapkan tiket, visa dan paspor baru untuk memberangkatkan jemaah umroh.

Disamping memilih travel, trik memeriksa Penginapan juga berpengaruh kepada pilihan umroh, kalau anda dikasih iming-iming menginap dihotel Hyatt Tower maka periksa dulu kebenarannya. Benarkah menginap di hotel itu,atau di apartemennya apakah ada dokumentasi kegiatan yang didalamnya yang menggunakan spanduk, selain itu bisa dicek kalau Hotelnya sama dengan staff penerbangan misalkan pilot dan pramugari maskapai Indonesia, jika benar maka biasanya hotelnya bagus dan standar makanannya baik (Hal ini biasanya berlaku di Jeddah dan Madinah).

Oh ya, Maskapai apa yang digunakan juga berpengaruh, meskipun ini bukan tolak ukur utama tapi tanyakan apakah mereka berangkat lancar dan pulangnya lancar ? Jika pernah ada kendala dengan keberangkatan misalkan anda diinapkan dulu di Pakistan 3 hari, atau di Delhi satu minggu maka anda harus hati-hati ini bukan jenis travel yang harus dipakai. Apakah ketika pulang rombongan itu tetap dalam satu tim ? Karena jika berangkat 10 orang lancar dan pulangnya berpisah itu kemungkinan mereka bermain dengan membeli tiket yang tidak jadi digunakan di Jeddah atau Madinah. Jadi mereka bakal membuat pool diJeddah/Madinah dan jemaahnya akan mengantri pulang dengan tiket pesawat cancel, hmm bisa ngerti kan ?

Untuk berangkat umroh anda harus punya visa yang diterbitkan oleh pemerintah Saudi. Anda bisa bayangkan puluhan ribu aplikasi yang masuk kedalam Kedutaan dan mereka kadang bingung mana yang asli dan palsu. Mana travel abal-abal dan palsu, belum lagi para agen yang memegang salah seorang petinggi kedutaan. Belum lagi permainan masalah antri, mengantri. Masalah Pasport palsu, itu bukan palsu melainkan paspor yang digunakan berulang kali juga menjadi masalah, jadi ceritanya paspor yang di Jeddah dikumpulkan dan kirim kembali ke Indonesia oleh agen lalu digunakan kembali oleh pekerja yang kesana Kok bisa, ya bisa karena kadang ini berhasil, mengingat jumlah manusia yang ingin masuk di gerbang kota Jeddah/Madinah. Ingat jumlahnya puluhan dan ratusan kasus.

Masih ada lagi masalah ketika anda akan membeli tiket pesawat, nah bisa dibayangkan ruwetnya : anda harus pesan tiket tanggal tertentu misalkan 17 agustus 2017, kemudian anda masukkan paspor ke kedutaan untuk menunggu keluarnya visa, kalau keluarnya setelah tanggal 17 Agustus berarti tiketnya hangus ? Iya secara teori, tapi maskapai/travel tertentu bisa mengaturnya. Ini baru satu orang, belum jika yang harus diurus katakanlah 500 orang per travel, jika ada seratus travel maka sehari pemerintah saudi harus melegalisasi 50000 aplikasi visa. Kebayangkan padatnya. Bagaimana dengan penyedia jasa Umroh mengatur puluhan ribu jemaahnya ? bisa dikatakan hal itu hampir mustahil kan.

Selain masalah diatas masalah diatas dari segi jamaah umroh harus dibagi menjadi beberapa jenis. Karena dari jenis jemaah ini anda bisa membayangkan segmentasi pasar Umroh yang terjadi.

Yang pertama adalah para jemaah yang memang belum pernah umroh, mereka ini orang yang menabung dan membayar sejumlah uang yang digunakan untuk pergi umroh dan beribadah disana. Mereka biasanya belum pernah kesana, hanya ingin umroh saja dan kembali ke Indonesia. Anda mungkin termasuk salah satu diantara mereka ini yang mendadak punya duit karena untung besar, dapat pinjaman duit bahkan warisan. Ya tipe jemaah ini adalah tipe orang-orang yang memang mampu dan siap untuk ibadah saja.

Yang kedua adalah yang oleh para travel disebut “sendal jepit”, ya alasan disebut demikian karena orang-orang ini adalah orang-orang yang nekat ingin bekerja dan naik haji ke Saudi Arabia, caranya bagaimana ? Mereka biasanya berangkat umroh di bulan ramadhan/sebelum ramadhan, kemudian mereka tidak pulang alias sembunyi-sembunyi tinggal di kota-kota di Saudi. Biasanya mereka akan bekerja di musim haji kemudian kembali lagi ke Indonesia. Mereka bekerja disana disamping itu bisa sekaligus menunaikan ibadah haji. Hanya saja mereka menggunakan visa umroh yang digunakan overstay hingga musim haji, resikonya jika mereka ditangkap mereka akan diekstradisi keluar Saudi.

Yang ketiga adalah para Pekerja Ilegal, maaf ya ini julukannya saja intinya, mereka ini adalah tki yang punya pekerjaan dan dokumen ilegal, mereka biasanya hanya cari visa umroh, beli tiket pesawat untuk berangkat saja lalu tinggal di Saudi untuk bekerja, pekerjaannya macam-macam ada yang jadi sopir, buruh, asisten rt, bahkan ehm…sudahlah pokoknya banyak. Biasanya paspor mereka ini yang dikirim lagi ke Indonesia untuk digunakan kembali terbang ke Jeddah. Nah kalau pulangnya mereka biasanya membiarkan dirinya ditangkap oleh petugas imigrasi, kemudian menunggu diekstradisi dari Saudi menggunakan pesawat milik pemerintah Indonesia/Saudi dengan biaya ….ehm “Gratis Loh.” Iya tapi biasanya mereka pulangnya dimusim sepi, setelah ramadhan atau setelah haji. Makanya mereka ini berulang-ulang melaksanakan kegiatannya tanpa merasa bersalah, gampang kan. Beli tiket pergi dan cari visa, kemudian pulangnya naik pesawat Gratis.

Yang keempat ya TKI legal, mereka ini jumlahnya ribuan juga, dan mereka meminta visa kerja ke Saudi. Meskipun legal mereka juga memiliki permasalahan sendiri karena mereka diberangkatkan dengan biro perjalanan wisata yang juga terdaftar dikemenag jadi satu pesawat umroh itu isinya kadang ya mereka-mereka ini lah.

Jadi analisa saya mengapa ini bisa terjadi ke First Travel nampaknya mereka memiliki prediksi bahwa quota jamaah promo, reguler dan vip mestinya terbagi rata. Kenyataannya mereka hanya menerima jamaah promo saja, padahal ini buah simalakama karena mereka hanya bisa berangkat di low season saja, dan dalam satu tahun mungkin hanya ada dua momentum. Tapi emang jamaah promo karena harganya murah pastilah uangnya banyak. Apakah mereka hanya menerabas market tertentu dari pembagian jenis jamaah diatas ? hmm,…. Seingat saya yang bertanya kesalah satu rekan saya yang bekerja di agen perjalanan Umroh, jika kita membeli 15 tiket pesawat ke Saudi maka akan mendapatkan gratis 1 tiket, Lima belas kamar akan mendapat Satu buah kamar, dan bonus penjualan satu paket perjalanan umroh itu berkisar 50 sd 100 USD kepada agen. Belum lagi bonus untuk mengurus paspor dan visa kepada pihak yang menguruskan di Imigrasi dan kedutaan. Jadi jika kita mau logis artinya jika ada 15 tiket/15 kamar akan ada 1 gratis, dan diskon lain-lain, artinya diskon maksimal yang mungkin dan logis adalah 5-10% persen dari harga normal. Jika saja harga umroh reguler bernilai Rp.20 Juta per orang maka kisaran harga akan bergerak antara 19 juta sampai maksimal 22 juta. Itu tergantung dari jumlah jemaah yang dibawa. Memang jika jumlahnya puluhan ribu bisa ditekan sampai nyaris 18 juta, tapi ingat ada masa high season/low season dan keterbatasan kemampuan guide dan sopir tadi.

Jadi jika seandainya anda berkata kepada saya bahwa dengan 16-18 Juta anda bisa berangkat Umroh, okelah silahkan saja, tapi kemungkinan besar anda akan akan mendapat masalah disalah satu item berikut (anda mungkin malas dan nggak mengakuinya) : 1. Hotel dengan jumlah orang yang bertumpuk dalam satu kamar, kadang tanpa sarapan, tanpa makan siang 2. Hotel yang sangat jauh dari pusat kota/ibadah 3. Mungkin anda diinapkan di Apartemen mukimin Indonesia yang tinggal disana, yang kadang airnya seret, kamar mandi sedikit 4. Mungkin anda akan menggunakan maskapai “maaf” kelas dua 5.Mungkin anda menggunakan tiket yang dicancel di Jakarta, Jeddah atau Madinah, efeknya anda akan dikumpulkan disatu tempat untuk antri tiket dan Anda akan transit dinegara lain dengan tiket pesawat yang tidak jelas 6. Anda menggunakan bus abal-abal di Makkah dan Madinah. 7. Bisa jadi anda gak punya guide yang ramah dan berkualitas. 8.Anda nggak dapat makan siang dan malam yang sama seperti sarapan pagi, anda mungkin dapet nasi kotak berisi daging, sayur dan acar buatan tki dadakan disana.

Baiklah anda mungkin masih berkata, sudahlah saya bersyukur bisa umroh, Alhamdulillah bisa foto-foto selfie disana. Tapi tentu saja pelayanan jamaah umroh seharusnya meningkat bukan menurun karena jumlah demand yang tinggi dan perputaran uang yang besar jika pemerintah bisa mengatur harga maka tak lama kemudian para agen perjalanan diharapkan akan berlomba membuat pelayanan lebih kepada konsumen. Jadi meskipun AA dan AS yang merupakan pemilik First Travel kini ditetapkan menjadi tersangka, sebenarnya masih banyak benang kusut yang harus diurai oleh pihak berwajib.

Terakhir, sebagai penutup saya berikan contoh itenerary perjalanan Umroh, Anda terbang menggunakan pesawat langsung Jakarta-Jeddah. Tiba di Jeddah anda akan dijemput dengan mobil berkapasitas 16 orang, anda bisa minta kepada sopir untuk mampir di restoran Al-baik, kfc, atau bahkan anda mau berhenti di minimarket untuk belanja minuman dan kudapan. Setelah itu satu jam meninggalkan kota Jeddah anda tiba di Makkah anda lalu masuk hotel, satu kamar terdiri dari dua orang, maksimal empat orang. Sarapan pagi tersedia di hotel, bahkan seluruh waktu makan sudah disiapkan disana. Sementara itu besoknya sudah disiapkan bus Saptco yang dipilih mobilnya volvo baru, sopirnya dan guidenya ramah dan lucu, berpengalaman dan mengayomi. Santai dan tidak perlu terburu-buru, mobilnya tidak terlalu penuh, nyaman, dingin tidak lama saling tunggu anda berangkat ziarah , ke arafah, mina, dll disekitar kota Makkah. Sopir dan guidenya masih saja santai menanyakan apakah ada yang masih perlu dikunjungi? Dengan penjelasan detil dan lengkap anda bahkan bisa minta diantar ke Pusat perbelanjaan yang terkenal untuk makan direstoran disana atau beli oleh-oleh.

Kemudian esok hari anda kembali ke Jeddah kemudian naik pesawat ke Madinah. Ya meskipun cuman satu jam, tetap saja lebih nikmat naik pesawat kan, meskipun pramugarinya mungkin gak seramah di Indonesia. Terus mendarat di Madinah anda menginap di Hotel bintang empat, kamar yang bagus, sarapan dan makan tersedia dan jarak yang tidak terlalu jauh dengan Masjid Nabawi. Lalu setelah beberapa hari disana anda kembali ke Makkah naik pesawat atau mungkin naik bis untuk menjalankan umroh lagi. Tiba di Makkah anda mendapat hotel dekat Masjidil haram, anda bisa umroh beberapa kali kemudian kembali ke Jeddah. Di Jeddah anda menginap di Hotel bintang empat standar Internasional, sarapan internasional, diantar menikmati kota metropolis belanja oleh-oleh lagi dan makan di tempat yang enak. Lalu terbang kembali ke Indonesia sesuai jadwal. Anda pulang dan besoknya bisa melanjutkan kegiatan dengan lancar.

Maaf saya bertanya, itu yang anda inginkan??? sebaiknya keluarkan kocek anda dalam-dalam. Karena itu tadi jelas bukan Umroh promo, itu namanya umroh reguler dan anda harus mengeluarkan uang minimal 20 juta, memilih biro perjalanan yang kredibel dan ya berdoa untuk mendapatkan fasilitas itu. Jika anda kembali bilang kesaya ahh, saya dapet 16 juta, oke….silahkan pilih tapi ada kemungkinan anda mendapat 8 item kekecewaan yang sudah saya tulis diatas. Wallahualam.

88 total views, 3 views today

About Bernadi Malik

Apoteker,social worker, penulis, novelis penikmat fotografi dan sastra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link